Tak Ada Koordinasi, Kiper Pun Pontang-panting

Reading Time: 2 minutesTak Ada Koordinasi, Kiper Pun Pontang-panting


Tim Merah-putih sebenarnya mengawali permainan dengan baik, terutama meladeni permainan kekuatan fisik dan kebugaran pemain Vietnam. Beberapa kali laga harus dihentikan karena benturan pemain kedua tim, akibat permainan ngotot.

Meski sayangnya Indonesia hanya bisa kuat meladeni di babak pertama saja. Karena setelah turun minum, Vietnam seperti tak bisa dihentikan dan bermain sangat taktis ditunjang fisik yang sangat kuat berlari serta terus menekan.

Seluruh empat gol bersarang ke gawang Nadeo Argawinata tercipta pada babak kedua. Masing-masing melalui penyerang, Nguyen Tien Linh menit ke-50, Nguyen Quang Hai menit ke-61, Nguyen Cong Phuong menit ke-66, dan ditutup oleh gol Vu Vanh Than menit ke-74.

Sebuah hasil yang jauh berbeda bagi Timnas Indonesia, dibandingkan laga sebelumnya yang secara luar biasa mengimbangi Thailand 2-2. Secara umum, Evan Dimas dan kawan-kawan hanya mampu bertahan selama 45 menit pertama untuk dapat meladeni permainan Vietnam.

“Saya melihat instruksi dari pelatih seperti ditelan mentah-mentah pemain, artinya kapan saatnya pressing, kapan saatnya membayangi. Terkesan seperti sangat terburu-buru dan tenaga langsung terkuras habis,” terang Agung, Selasa (8/6/2021) sore.

“Berarti saat ini Timnas kita harus belajar, mencari pengalaman dan hikmah saja dari Vietnam. Semalam tidak ada tempo permainan, termasuk ketika lawan melakukan pressing,” ungkapnya.

Di sisi lain, lini belakang terlalu longgar khususnya pada 45 menit kedua. Empat gol Vietnam yang bersarang terjadi karena mental jatuh saat gol pertama. Berakibat pada tiga gol berikutnya, saat para pemain mulai kedodoran, kehilangan konsentrasi, dan fisik yang menurun.

“Kemudian berkaca tiga dari empat gol Vietnam terjadi karena membiarkan lawan punya ruang tembak. Posisi yang sangat terbuka untuk mencetak gol dari jarak jauh. Kiper tidak bisa berkutik, karena tidak ada yang saling menutup tendangan pemain Vietnam yang sangat keras,” tutur mantan kapten Timnas di Piala Asia 2004.



Source link